April 26th, 2008
# 1:49 pm
4 comments
Karya tulis ilmiah yang bernama skripsi…
Dua kali dalam seminggu ini saya nonton ujian pendadaran teman saya. Kalau ditotal berarti udah empat kali ini nonton pendadaran. Pendadaran atau juga ujian skripsi adalah tahap akhir dari mahasiwa. Menentukan lulus atau tidaknya seseorang, walaupun mayoritas pasti lulus dengan revisi. Dari empat kali menonton itu, ada pelajaran yang menarik yang saya ambil
- Coba ambil skripsi yang udah jadi, terus ujikan lagi. Pasti ada revisi, walaupun dosen pengujinya sama.
- Pilihlah dosen penguji yang gak teliti, nyante (jika bisa memilih) dipastikan pendadaran anda akan berjalan lancar, walau kualitas skripsi anda buruk sekali.
- Jadikan alasan grogi sebagai jawaban ketika ditanya teman anda “kok kayak gitu aja gak bisa jawab?” Saking groginya, ketika ditanya 7×7 berapa, teman saya menjawab 21
- Sesempurna apapun skripsi anda, pasti ada celah yang bisa diterobos oleh penguji
- Jika skripsi anda dibuatkan oleh biro, jangan lupa sekalian suruh ajarin gimana pas pendadaran
- Sesekali jika disalahkan terus menerus, mungkin anda perlu membenturkan antara Dosen penguji dan dosen pembimbing. Bilang aja gini “Gimana to pak/bu katanya dulu pas konsultasi boleh? kok sekarang salah?” atau” Loh, ini katanya pak/bu boleh kok”
mau coba?
Popularity: 42% [?]

This entry receives 4 comments.
giliran mas kapan nih?
Apr 26, 2008 at 11:13 pm
Wahh, Ide yang bagus niy
Apr 27, 2008 at 10:46 am
kalau menurutku jangan membenturkan antara dosen penguji dan pembimbing, gak etis lah
Apr 27, 2008 at 3:57 pm
kalo ternyata pembimbing adalah dosen killer, ada kemungkinan pas di uji hasilnya gak bagus,
tapi kalo yang nguji adalah dosen killer, ada kemungkinan pas diuji hasilnya lebih ga bagus lagi
Apr 28, 2008 at 12:42 pm
Gimana menurut anda?