Tidak terlalu serius.

You're here: Home → Halo Samas! Apa Kabarmu?

Halo Samas! Apa Kabarmu?

Jika dihitung dengan waktu, sudah lama tidak mengunjungi pantai ini. Samas, dibaca dari belakang pun juga akan terbaca sama. Sejenak, ingatan melayang ke belakang, saat pertama kali datang ke samas. Saat itu–bersama pak-e–saya masih SD, tidak melihat lautnya sih. Kesan yang didapatkan pun tidak begitu spesial.

Berbicara mengenai Samas pun tidak bisa dipisahkan dengan bisnis esek-esek, coba saja anda datang ke Samas. Jika sudah memasuki kompleks pantainya, berjejer-jejer pekerja seks di depan rumah-rumah. Samas, Parangkusumo dan Pandansimo terkenal dengan bisnis esek-eseknya, walaupun sudah ada perda yang melarang pelacuran, dan razia yang terus dilakukan, Pekerja seks tetap saja kembali ke samas.

Gambar diatas adalah keadaan samas sekarang, Abrasi yang sedemikian parah telah membuat Samas menjadi seperti itu. Sungai Opak (CMIIW) yang dulu lurus ke selatan, berbelok menerjang perkampungan penduduk. Memang menurut peraturan daerah, daerah yang sekarang terkena abrasi sebetulnya tidak boleh didirikan pemukiman.

Setidaknya tidak semua orang bersedih dengan abrasi itu, berbeloknya aliran sungai opak membuat mereka yang mempunyai hobi mancing merasa diberi fasilitas. Karena apa? Sungai yang berbelok tadi membentuk semacam genangan yang arusnya tidak deras.

mancing di muara

Memang, Samas bukan termasuk kelompok pantai indah di DIY, malahan terkesan Samas itu kumuh, tempat buat begituan. Melihat gambar diatas, indah juga ya, saya membayangkan ada semacam resort, rumah makan, atau tinggal ditambahi pepohonan saja, untuk melindungi dari sengatan matahari.

Yang menjadi sedikit ganjalan, adalah sampah yang berserakan. Parah memang, lihat saja pada gambar di bawah ini

kotor

Akankah ada bekisar kedua?

Popularity: 46% [?]

tags: , , , ,

This entry receives 9 comments.

jimmy

wuihh ngeri bener lihat sampahnya.. merusak!

Apr 29, 2008 at 9:59 pm

ngafandi

belum pernah ke samas..tapi ngeliat gambar yg terakir parah amat si..emang harus dituntut awareness masalah sampah ni..

Apr 29, 2008 at 10:07 pm

Andri Setiawan

wah jadi ingat, dah lama sekali ndak pergi ke sana, mungkin 5tahunan ada deh :( kasihan bener samas sekarang

Apr 30, 2008 at 8:56 am

Tigis

koq para pekerja seks nya ga sekalian diabadikan mas, kan itu isi paragraf awalnya… :)

Apr 30, 2008 at 10:39 am

rifqi

Samas, dibaca dari belakang pun juga akan terbaca sama

dibaca dari belakang jadinya samas bukan sama dab.. :p

Apr 30, 2008 at 4:34 pm

veta

@tigis: ps-nya udah tua-tua mas, daripada nanti muntah muntah:P
@rifqi: nggih mas

Apr 30, 2008 at 4:44 pm

Wahyu Wibowo

Waktu SMA dulu, malem-malem saya dan 3 teman saya pernah menyusuri pantai Parangtritis sampe Pandansimo. Seru dab…

May 2, 2008 at 9:46 am

veta

@wahyu: seru? Malem-malem? hihihihi

May 2, 2008 at 10:12 am

YoHang

Banyak pantai pesisir selatan Yogyakarta yang sudah tidak perawan lagi. Kekayaan alamnya pun semakin dieksploitasi. Sedikit yang masih bagus mungkin pantai2 di pesisir Gunung Kidul. Tapi, memang harus dijaga! :D

May 5, 2008 at 8:42 pm

Gimana menurut anda?

diskusi

  • skjasyu: rupane bosok2 kakeyan gaya :berbusa:
  • kangen??: KANGEN BAND sukses di manfaatkan!!! liat org2...
  • Harry: @tuxer : kuli asli jawa ya mas? :D
  • Harry: mirip? bukannya emang kembar? *kabuuuuuuuuur*
  • c_w3xs: mnrut sya itu adlah a krya ssorang jd kta hndakny...

RSS di tempat lain...

    Photobucket