May 24th, 2008
# 8:56 am
9 comments
21:25
“Saya gak pernah jual bensin lebih dari limaribu kok mas” kata penjual bensin eceran dekat rumah beberapa waktu yang lalu.
“Pas gempa 27 Mei kemarin aja tetep tak jual dengan harga biasa” tambahnya lagi
Perlu diketahui pada saat gempa 27 Mei, kondisi di Bantul sedikit kacau, untuk mencari bensin saja susah, sementara pasokan tidak bisa diketahui pasti kapan datangnya.
Sebelum tadi malam, rejeki bapak penjual eceran dekat rumah tadi sepertinya mati atau dimatikan. Munculnya larangan untuk membeli bensin dengan jerigen membuat beliau tidak berdaya. Meskipun hal itu bisa disiasati dengan membeli bensin menggunakan mobil lalu bensin dari tangki mobil disedot menggunakan selang, lalu dijual secara eceran. Tentu saja harganya menjadi melambung tinggi. Sekkitar Rp.7500,00. Tapi apa lacur, bapak penjual bensin eceran dekat rumah tadi tidak mempunyai mobil, apalagi koneksi pemilik SPBU. Dia hanya rakyat kecil, yang sekali lagi hanya bisa nrimo, lagian mau berteriak apapun suaranya juga gak bakalan kedengaran oleh petinggi negeri ini. Saya belum mengetahui setelah BBM naik apakah masih bisa membeli dengan jerigen?
Pagi ini dalam perjalanan ke negara, saya melewati dua buah SPBU. Ada kesamaan yang menarik dari dua buah SPBU tersebut. Yaitu, sama-sama tutup karena kehabisan bensin. Saya cuma bisa bersyukur karena habisnya setelah BBM naik, bukan sebelumnya, dimana daerah lain telah mengalami dan teman saya yang di lampung sempat mengisi motornya dengan pertamax, dikarenakan ya itu bensin menjadi barang yang langka. Saya lupa tepatnya, tapi ada pejabat pemerintah yang berkata “kelangkaan ini adalah hal yang biasa menjelang kenaikan BBM”. Satu pertanyaan saya, Jika itu adalah hal yang biasa, kenapa bapak tidak bisa mengantisipasinya? You’re so Dumb or what?
Saya tidak mau berpolemik tentang kenaikan BBM, walaupun saya tidak setuju tapi mau gimana lagi? Bukan saya yang membuat kebijakan. They’ve made it!!! Sekali-kali saya pingin melihat bapak-bapak/ibu-ibu yang diatas sana makan nasi aking, sekali-kali saya ingin melihat mereka antri untuk mendapatkan BBM, sekali-kali saya ingin melihat mereka antri untuk mendapatkan beras yang entah seperti apa kualitasnya, sekali-kali saya ingin melihat mereka berkeluh kesah tentang pendapatannya yang tidak mencukupi untuk makan sehari-hari apalagi untuk biaya sekolah anaknya. Ya Allah! kabulakanlah permintaan saya, sehingga mereka bisa merasakan apa yang kami rasakan. Lindungilah negara ini agar tidak hancur!!
Yang saya tahu orang-orang kaya tidak pernah antri BBM, “Naikkan berapapun akan kami beli!!” seolah-olah itu kata mereka.
Selamat menikmati kenaikan BBM ini bapak-bapak/ibu-ibu yang diatas sana. Semoga barokah!!
Popularity: 32% [?]

This entry receives 9 comments.
Setuju ama keinginan Mas..sekali-kali “mereka” harus merasakan juga, jarene wakil rakyat kudu merakyat
May 24, 2008 at 9:31 am
Rakyat hrs beli bensin mahal buat nalangin para pejabat dan konglomerat korup. Andaikan semua duit korupsi itu bisa kembali uda bisa buat subsidi banyak hal.
May 24, 2008 at 10:16 am
Jika itu adalah hal yang biasa, kenapa bapak tidak bisa mengantisipasinya? You’re so Dumb or what?
hahaha.. bener banget ini
May 24, 2008 at 3:17 pm
ah… pusing… ada gak ya negeri di awan..?? hmmm..
May 24, 2008 at 4:10 pm
Mudah-mudahan BLT tidak dikorupsi, sampai pada yang memang berhak, alias tidak sampai untuk yang pengen ngaku miskin. Malah pada rebutan gelar ‘miskin’.
May 26, 2008 at 11:02 am
emangnya mas verta pernah makan nasi aking? :p *kabur*
May 26, 2008 at 1:37 pm
pejabat dan penjahat bedanya tipis
May 26, 2008 at 1:44 pm
pejabat kron ?
May 26, 2008 at 1:46 pm
at the end of the post: “semoga barokah?”
ra ngerti aku…politik kebijakan ekonomi tuh yg barokah….
May 26, 2008 at 4:36 pm
Gimana menurut anda?