Tidak terlalu serius.

You're here: Home → Jangan menilai berita dari judulnya

Jangan menilai berita dari judulnya

kira-kira begitu pelajaran yang dapt diambil setelah membaca headline di SKH Kedaulatan Rakyat, Jumat Kliwon, 6 Juni 2008.

Dari judulnya, dapat disimpulkan bahwa Munarman sudah menyerah. Tapi, setelah membaca isi berita. Tak ada kata-kata bahwa munarman telah menyerah.

Munarman akan menyerahkan diri setelah Ahmadiyah dibubarkan dan kepolisian lebih objektif dalam mengusut kerusuhan di Monas pada Minggu 1 Juni lalu

cuma ada kata-kata seperti diatas. Membingungkan sekali bagi pembaca KR.
apakah demi sebuah oplah, lalu judul dibuat sebombastis ini?

Popularity: 100% [?]

tags: , , , ,

This entry receives 9 comments.

Feri Gunawan

wah klo KR itu memang sering memakai headline yg gak penting, maksudku pemilihan kata2nya gak asyik.

Jun 7, 2008 at 6:06 pm

yudi

males banget baca KR, baca kalo lagi ke burjo aja

Jun 8, 2008 at 8:34 am

Dino

Rumah di Jogja selalu langganan KR sejak jaman antah berantah. Tapi gak pernah ada yang baca. Tapi mau berhenti berlangganan juga gak bisa, rasanya bukan orang Jogja kalo gak langganan KR.

Jun 8, 2008 at 10:59 am

Tigis

KR sama SM lebih bergengsi mana sih kalo diliat dr cara penulisannya

Jun 8, 2008 at 10:57 pm

rifqi

namanya juga koran, jualan berita sebelum koranya dipake penjual kacang

Jun 9, 2008 at 6:22 pm

wam

Jangan menilai mas Veta dari helmnya..
Hehe..

Jun 12, 2008 at 6:21 am

Harry

dah lama gak baca KR, tulisannya kurang gimana gitu

Jun 12, 2008 at 9:14 am

panda

harusnya, meski dibuat bombastis untuk menggoda pasar, judul berita harus tetap merepresentasikan isi. alah, sok tahu.

Jun 12, 2008 at 3:58 pm

erly

Koran sekarang isinya gosip, bukan berita :p

Jun 16, 2008 at 2:45 pm

Gimana menurut anda?

diskusi

RSS di tempat lain...

ini bukan twitter lo

    Photobucket