Warning: parse_url(http://) [function.parse-url]: Unable to parse URL in /home/.trouble/vetamandra/mandrabros.org/wp-content/plugins/local-analytics/local-analytics.php on line 123
Mas, nek kowe ngerti omahe, wah kaya ngono mas. Ora ono gendheng-e. Ming nganggo terpal
Mas, Kalau tahu rumahnya, kayak gitu lah. Atapnya saja masih pake terpal
Begitu kata Fajar, Tukang yang membangun rumah saya. Sehabis datang ke rumah
orang yang tidak beruntung itu, saat mengambil motornya untuk diservis.
Sebenarnya gak tega juga, kalu misalnya dia harus mengganti kerusakan
jlitheng. Tapi mau gimana lagi? Terus yang ganti siapa dong?
Sebenarnya saya berharap yang saya tabrak adalah orang yang
cenanangan. Tapi, nasib berkata lain. Kalau dilihat dari orangnya, yang saya tabrak adalah orang yang sopan, dan kayaknya orang baik. Bingung, disatu sisi saya nggak punya duit buat memperbaiki jlitheng, di sisi lain kasihan juga sama oangnya.
Yang jelas, jika semua ini sudah berakhir. Silaturahmi tetap akan terjalin. Dan , mungkin saya akan berkunjung rumahnya, membawakan sesuatu. DOH!!
BRAKKKKKKK…………… kok awal postingannya gak keren gituh Ada apa toh?
kemarin sabtu, pas mau jemput dian dari kantornya. Tepatnya di perempatan bintaran (utara rumahnya
yanarief) saya nabrak motor, jatuh guling-guling. kronologisnya dong
Jadi, saya dari selatan terus yang saya tabrak itu dari utara. Orang yang sedang sial itu mau berbelok ke arah kanan sedang di depannya ada mobil yang menutupi pandangan saya. Tiba-tiba saja mak jedhul muncul orang yang sedang sial itu. “ASUU!!” saya misuh, karena saya yakin gak bakalan tabrakan. Tapi, orang yang sedang sial itu kok malah semakin menuju ke arah saja. Lalu, seperti pada awal postingan diatas. BRUKKK!!! MAYDAY MAYDAY… I’m HIT. lalu si jlitheng miring ke kiri dan jatuh, kemudian saya menggelosor dengan suksesnya. Jatuh dengan sisi kiri badan lebih dahulu. Alhasil lecet terkumpul di bagian kirisemua, helm rusak di bagian kiri juga. Langsung saya bangun *tengok-tengok kebelakang* loh kok gak ada orang, Mana nih orang yang tidak beruntung itu. Langsung deh ngejar orangnya, terus tak stop “mandeg pak!!”. “Saya gak salah, lagipula ini daerah saya” gitu kalimat yang ada di kepala, berulang terus menerus. Terus saya telpon pak-e, abis itu telpon dian. Terus pak-e dateng, beberapa menit kemudian dateng dian. singkatnya
ngobrol-ngobrol dirumah, bikin surat perjanjian di atas materai yang isinya, orang yang lagi sial itu mengganti kerusakan jlitheng , dan saya mengganti kerusakan motornya. nasib si jlitheng
Ini yang mesti diganti dari jlitheng
thothok lampu dan reflektor
footstep dan karet
pijakan rem
behel belakang
balancer
stang
slebor
cover frame
spion kanan kiri
sebetulnya masih ditambah pelek racing dpn, tp berhubung kasian peleknya di press aja
jadi itulah daftar yang harus diganti orang yang sedang sial itu. Kasihan ya
Hei, sudah 2 tahun tepat kita tidak bertemu
Kalau kita ketemu lagi, yah bekal saya udah lumayan sekarang
Apa kabarmu gempa?
sedang terlelapkah?
Kalau mau bangun kabar-kabari yah? SMS gituh
Jangan lama-lama tidurnya
Semakin lama kamu tidur, semakin rugi saya
Hei gempa, gimana kabar simbah yang kau bawa serta?
gimana juga kabar ribuan orang lainnya?
air mata saya sudah kering kok
kering sejak hari pertama
Gempa! sebetulnya saya pingin iri
Iri kepada saudara kita di sidoarjo sana
kenapa? kau tanya kenapa?
Mereka sampai sekarang masih dapat living cost
sedangkan kami, dapat saja cuma satu bulan dari yang dijanjikan tiga bulan
Apalagi janji duit 30 juta
katanya yang janji namanya Bethara Kala
dari yang saya baca-baca di selebaran lo
Kasian juga ya mereka yang telah sukarela merobohkan rumahnya sendiri agar dapat 30 juta
eh ternyata dikibulin
Eh gempa, kini sisa-sisa yang kau tinggalkan sebagian besar sudah gak ada
malahan diganti dengan yang bagus-bagus lo
ada yang sebelum kamu datang papa, sekarang jadi kaya
mungkin kamu semacam blessed in disguise gempa?
Gitu kabar kami gempa!
jadi apa kabarmu gempa? lama tak jumpa
eh iya hampir lupa, titip salam buat simbah saya ya
bilang saya kangen
judul kayaknya mirip dengan bukunya sapa saya lupa, pokoknya bukunya diterbitkan pas ulang tahun 1 tahun gempa
Di awal perkuliahan ini ternyata saya harus sudah mulai belajar (sementara mahasiswa masih santai-santai ya?). Repotnya, sekarang sedang banyak kerjaan yang bertumpuk-tumpuk. Kerjaan ini semuanya membutuhkan saya untuk membaca (dan menulis) dan tentunya ada juga rapat-rapat atau pertemuan yang harus diikuti. Kegiatan ini juga terjadi di dua kota (Bandung dan Jakarta) sehingga kami harus menjelajah [...]
<p>Kami sedang melakukan penelitian tentang standar pelayanan minimal angkutan perkotaan, mohon bantuan dari pembaca transjogja.net sekiranya bisa memberikan masukan dan kesedian sebagai responden untuk dapat menguhungi melalui email imbas2004@yahoo.com. Terima kasih atas perhatiannya.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/transjogja/~4/377372053" height="1" width="1">
diskusi