Tidak terlalu serius.

You're here: Home

Tiap-tiap banjar dua kali belok kanan……………………

Ngomongin soal tonti, di postingan sebelumnya adik saya udah nulis pandangannya tentang tonti, sekarang giliran saya. Dulu waktu SMU saya ikut (baca, kepaksa) tonti. Pada waktu abis selesai Tjakra, nama saya kok dipanggil disuruh ke lapangan basket. Apa salah saya ? pikir saya.  Di hati sebenarnya saya sudah menduga ini pasti ada sangkut pautnya dengan tonti.

Sebenarnya ada dua ekstra yang kita tidak bisa menolah ketika udah terpilih. TSC (teladan science club) dan Tonti. Pikiran saya waktu itu beruntunglah mereka yang ikut TSC, celakalah mereka yang ikut Tonti. Apalagi Tonti di sekolah saya termasuk langganan juara. dan kata pelatihnya Tonti adalah prestige-nya Sma siji.

Berangkatlah saya ke lapangan basket, seperti biasa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan disuruh berbaris. Pada waktu itu sudah tak jelek-jelekin barisnya.

Waktu pun berlalu..pagi hari, di sekolah saya temukan nama saya tercatat sebagai calon anggota Tonti angkatan 2002. Di dalam pikiran ini udah terbayang latihan terus sampai PPI dimulai

PPI : adalah Purna Paskibraka Indonesia, lomba PPI diadakan oleh PPI (ya iyalah), pada waktu bulan september / oktober, diikuti Tonti seluruh DIY, biasanya bertempat di Balaikota, dan Among Rogo (yang sekarang masih rusak).

Terbayang pelajaran bakal terganggu (dan emang iya, ulangan pertama pak Sidhi, dapat nilai 2 hiks). Diberi nasihat oleh orangtua “semua ada hikmahnya, dijalanin aja”. Dan saya waktu itu memang polos sekali, dan manutan (normatif). Akhirnya ikutan Tonti, walaupun tidak ikut pengukuhan hehehe (mosok digojlog).

Yang saya dapatkan dari Tonti

  • Kulit jadi hitam, gosong, saya kan aslinya putih :)
  • cuapek luar biasa, la wong pulang dari sekolah jam 5, sampai rumah jam 6, mau belajar udah ngantuk
  • Niali olahraga selalu bagus (kan pembimbing tonti guru olahraga)
  • banyak teman

Sebenarnya Tonti nggak berkesan banget buat saya, kesan yang paling mendalam itu ya capek, push up dll. Padahal saya nggak cocok dengan kedisiplinan, Anti malah. Saya udah bilang sama Bogi, “Ngomong-o karo pelatih mu, Mas aku itu nggak suka ikut tonti, Males, Nggak niat, sesuatu kalau nggakniat akan menghasilkan yang jelek dst” tapi kayaknya sama bogi/wednes nggak berani ngomong hehe.

Saya pernah dengan seorang kepala sekolah bilang bahwa Tonti itu adalah prestige sekolah, jadi kalau menang Tonti nama sekolah ikutan terangkat. Kata saya (dalam hati tentunya) Prekkkk!!! Ada orang yang suka dikerasin (didisiplinkan), tetapi ada orang yang anti didisiplinkan seperti saya, dan mungkin adik saya. Orang yang suka dikerasin (mungkin kecenderungan masochism kali), mereke setiap diperlakukan kasar suka, tidak mengeluh, kenapa? karena mereka menikmati. Untuk orang yang anti dikerasin ya jelas nggak suka. Di dalam hati ini rasanya tertekan luar biasa. Jadi mungkin kedepannya harus di tes dulu mana  yang termasuk masochism, mana yang tidak. Yang masochism bisa diterima tonti.

Mosok gara-gara nama sekolah, harus mengorbankan perasaan, pikiran dan mungkin masa depan seorang anak!!

Andaikata saya bisa mengulangi waktu saya akan mundur dari Tonti pada saat ditanya mas Faqih, sudah mantep masuk Tonti? saya akan jawab Tidak!!!

Popularity: 10% [?]

# 4:04 am

catatan bangun rumah (5)

  1. tukangnya yang berangkat 3 orang, yang 2 orang gak berangkat karena hujan
  2. masang sloof, 90 persen
  3. beli begel
  4. it’s payday, senengnya…..

Popularity: 9% [?]

# 8:13 am

Musim Hujan Telah Tiba

And the rain begins to falls down on me…..

Udah hujan euy!!! Jogja udah 6 hari ini tiap hari hujan. Saya udah 5 hari ini kehujanan. Seneng juga liat pak tani senyum-senyum liat sawahnya dialiri air, seneng juga liat penjual mantel hujan dagangannya laris. Kasihan juga liat orang jualan es nggak laku, kasihan juga liat yang nggak punya mobil keujanan (pas hujan gini, baru kerasa gunanya punya mobil).

Read more →

Popularity: 9% [?]

# 7:30 am

Kisah Tukang-tukang bangunan

Mau bangun rumah? ya carinya tukang bangunan dong. Secara garis besar tukang dibedakan menjadi 2:

  1. tukang : artinya dia benar-benar tukang, bisa memasang batu-bata, bisa memasang pondasi, memasang sloof, memasang lain-lainnya. Orang yang berkuasa atas segala sesuatu di dalam urusan membangu rumah.
  2. laden tukang : laden adalah orang yang meladeni (melayani) tukang, dalam artian mengaduk-aduk campuran semen, mengantarkan adukan semen ke tukang. pokoknya tukang tinggal terima jadi dari laden

Read more →

Popularity: 10% [?]

# 7:03 am

“titipan” atau rejeki ?

waktu pulang kemarin Mbak-e bilang “Dek, onten titipan saking Mbak Eni”, kata mbak-e pada jeung. Saya pun sudah bisa menduga-duga saat mbak-e mengeluarkan amplop “Pasti uang”.Dan benar, saat Jeung membuka amplop nyembul uang merah seratusribuan.

 Cerita sebelumnya Mbak Eni adalah paramedis dari Mbok-e, Nah, anak MBak Eni yaitu Erwin
yang baru masuk SMA tahun ini minta hadiah sepeda motor, PIlihannya pun jatuh ke yamaha vixion. Nggak
boleh yang lain, walaupun telah dibujuk sedemikian rupa. Jeung yang mendengar ini–padahal dari
dulu jeung membujuk Mbak eni supaya Erwin beli motor suzuki aja, lha jelas wong jeung kerja di Suzuki–berinisiatif
membantu, karena kerja di dealer motor, kenalan tentang semua yang berbau motor pun banyak, mulai dari
supervisor, surveyor, collector dari leasing leasing. Karena mbak Eni berencana membeli Cash, jeung
langsung memberikan masukkan kalau beli cash itu lama (dealer tidak terlalu untung kalau cash)
ditawari bagaimana kalau kredit dengan uang muka yang besar dan dilunasi pada cicilan pertama atau kedua.
Sehingga proses mendapatkan motor bisa cepat. Dasar orang yang beruntung, oas jeung lagi nyariin vixion
pas ada orang yang membatalkan inden, sehingga inden Mbak Eni cuma 1 bulan. Dan kemarin Kamis
motor telah dikirim ke rumah.

Mulai bingung (terutama jeung, kalau saya sih terima saja :P). “Gimana Yah? diterima nggak?” belum dijawab jeung telpon Mbok-e. Nggak tahu ngomong apa? terus udah ada keputusan bahwa “titipan” itu dibalikkin. Alasan–hasil menelpon tadi–dibalikkin adalah:

  1.  Mbak Eni udah dianggep sedulur sendiri
  2.  Mbak Eni udah sering direpotin oleh kami
  3.  Mbak Eni sering memberi kami banyak hal

Lalu jeung telpon Mbak Eni dan bla..bla…bla Mabk ENi mau menerima keputusan kami untuk Mbalikkin “titipan” itu.

Jeung ikhlas membantu Mbak Eni. Definisi Ikhlas menurut saya adalah melakukan sesuatu hal tanpa mengharapkan imbalan.
Lagipula masalah imbal-mengimbal udah urusan yang di Atas. Pak-e pernah bilang kalau kita membantu orang lain, bukan orang itu yang
akan membalas perbuatan kita, bisa ada *alah repot*, gini contohnya kata-kata pak-e misal A membantu B, bukan B yang akan
membalas kebaikan A, mungkin C, atau D, atau siapapun. Dan mungkin membalasnya tidak langsung ke A, bisa ke anak cucu A.
Kejahatan juga begitu, bisa dianalogikan dengan cara yang sama.

Terus bagaimana dengan menolak rejeki, misal saya anggap “titipan” itu adalah rejeki, berarti jeung udah menolak rejeki dong?
Saya terus terang bingung. Jadi saya anggap aja “titipan” itu bukan rejeki hehe

Popularity: 10% [?]

# 2:43 am

Page 28 of 31« First...«2627282930»...Last »

diskusi

  • buddyantoro: Kondisi daerah kita yang mendapat nilai...
  • soemandjaja: buat aja iklan: anda ingin uang gratis,...
  • Zbr08 + strn07: Datngyn aj org’a drpd g klar2...
  • Strn07 + zbr08: Datengyn ajh . . . . Drpd g klar2...
  • winda: g mn c bwt skripsi biar g dtolax truzzzzz pusing w...

RSS di tempat lain...

    Photobucket